Riau Science Center Gelar Doodle Art Science Contest dan Photography Contest 

Foto : istimewa
Foto : istimewa

jakarta24jam.com – Riau Science Center (RSC), Bappedalitbang Provinsi Riau akan menyelenggarakan Kegiatan Doodle Art Science Contest dan Photography Contest bagi pelajar se-Provinsi Riau. Kegiatan ini akan dibuka pendaftarannya mulai 1 – 7 Juli 2020 secara daring/online, dan karya peserta diunggah melalui media sosial.

Direktur PP-IPTEK, Mochammad Syachrial Annas menyampaikan, penyelenggaraan  kegiatan Photography Contest dan Doodle Art Science Contest ini, didukung oleh PP-IPTEK, Kemenristek/BRIN selaku Pembina Science Center di Indonesia.

“PP-IPTEK sebagai science center pertama di Indonesia selain berperan dalam menginisiasi dan mendirikan Science Center Daerah (SCD), juga melakukan pembinaan dan pendampingan pada pengembangan 27 Science Center di Indonesia yang sudah berdiri, salah satunya dengan melakukan pendampingan pada SCD dalam melakukan berbagai program sains bagi masyarakat sekitar SCD,” kata Syachrial Annas dalam acara video conference kegiatan Doodle Art Science & Photography Contest di Jakarta, Jumat (26/6/2020).

Disebutkan, kegiatan Doodle Art Science Contest dan Photography Contest, juga akan diselenggarakan di 7 provinsi lainnya bekerja sama dengan SCD di provinsi Jawa Tengah Science Center, Jatim Park 1 Science Center Malang  Jawa Timur, Mamuli Science Center Kupang – NTT, Pusat Bahasa dan Iptek Pontianak – Kalimantan Barat, Lampung Science Center, Science Center Sumatera Barat, dan Science Center Makassar – Sulawesi Selatan.

“Jadi delapan daerah ini, mewakili atau representasi nasional, kalau ada peserta dari luar daerah-daerah tersebut mau ikut diperbolehkan, dan juri juga akan menilainya. Misalnya kalau ada peserta dari Keppri dan sekitarnya mau ikut kegiatan di RSC juga boleh. Seperti juga kalau Mamuli Science Center Kupang-NTT menyelenggarakan, peserta dari Malulu, Papua misalnya mau ikut juga boleh,” papar Syachrial Annas.

Syachrial Annas berharap, dengan pelaksanaan Doodle Art Science dan Photography Contest di provinsi Riau ini, ketertarikan masyarakat di Provinsi Riau terhadap sains akan lebih meningkat melalui seni doodle dan fotografi, serta memupuk kebersamaan keluarga di tengah pandemi Covid-19.

Sementara itu, Kepala Sub Devisi Promosi dan Kerjasama PP-IPTEK, Ika Mian Karlina menyampaikan, tujuan dilakukan kegiatan ini yakni untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya pelajar tentang penanganan Covid-19 sehari-hari, dan untuk mengisi waktu luang anak dan keluarga selama di rumah saja.

“Doodle Art Science Contest mengangkat tema Me vs Covid-19 diikuti oleh siswa kelas 4-6 SD bersama orang tuanya. Di kegiatan ini, peserta dapat menanggapi situasi pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) melalui gambar doodle. Kekompakan dan kebersamaan anak dan orang tua akan terlihat, anak membuat gambar, orang tua mendampingi mengarahkan, dan mendokumentasikan saat anak menggambar,” tutur Ika Mian.

Ika Mian menyebutkan, Doodle Art merupakan teknik membuat gambar dengan cara mencoret dan menggabungkan aneka pola gambar yang terlihat abstrak, namun terlihat unik dan menarik yang dikemas dengan nuansa sains, sehingga menghasilkan satu kesatuan gambar.

Gambar doodle dinilai juri berdasarkan kesesuaian gambar dengan tema, keunikan ide atau gagasan, komposisi warna yang menarik, serta narasi. Juri Doodle Art Science Contest dihadirkan dari beberapa Perguruan Tinggi ternama di Indonesia, yaitu Muhammad Daniel Septian sebagai Dosen Desain Grafis Universitas Brawijaya Malang, Guntur Wibowo sebagai Dosen Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta (IKJ), dan Boni Agusta sebagai Kepala Sub Bagian Dokumentasi dan Perpustakaan, Kemenristek/BRIN.

Selain Doodle Art, di waktu bersamaan diadakan juga Photography Contest untuk siswa SMP. Photography Contest merupakan kegiatan kompetisi dibidang fotografi yang dikemas dalam tema sains yang ada di sekitar kehidupan manusia sehari-hari. Kontes ini dilakukan dengan mengambil, dan mengabadikan fenomena sains melalui kamera pada telepon selular sesuai dengan tema Science Behind Food and Beverages. Untuk mengikuti kegiatan ini, peserta tidak perlu keluar rumah untuk mengambil objek foto mereka, namun bisa mengambil objek makanan atau minuman yang sudah tersedia atau dapat ditemukan di rumah.

Hasil foto dinilai dewan juri berdasarkan kesesuaian foto dengan tema, keunikan ide atau gagasan, narasi yang menjelaskan konsep sains dalam foto, dan teknik fotografi yang menarik. Juri Photography Contest di antaranya Hadi Nasbey sebagai Dosen Fisika Universitas Negeri Jakarta, Arryadianta sebagai Dosen Fotografi Institut Kesenian Jakarta, dan Ifan Frantika Harijanto sebagai Founder Mantrarupa.

Adapun jadwal kegiatan Doodle Art Science Contest: Tanggal 1-7 Juli 2020, Pendaftaran di google form https://bit.ly/doodleartrsc.  Pendaftaran paling lambat tanggal 7 Juli pukul 12.00 WIB. Tanggal, 8 – 10 Juli 2020, Mengunggah gambar dan video. Peserta mengunggah gambar dan video singkat pembuatan gambar doodle di Instagram masing-masing. Tanggal 11-14 Juli  2020, Proses Penilaian. Penilaian dilakukan secara paralel oleh dewan juri. Tanggal 15 Juli 2020, Pengumuman Pemenang. Pemenang akan diumumkan melalui akun Instagram @riausciencecenter.

Sedangkan, jadwal kegiatan Photography Contest: Tanggal 1-7 Juli 2020, Pendaftaran di google form https://bit.ly/photoconrsc. Pendaftaran paling lambat tanggal 7 Juli pukul 12.00 WIB. Tanggal 8 – 14 Juli 2020, Mengunggah gambar dan video dan proses penilaian. Peserta mengunggah gambar dan narasi sesuai ketentuan di akun Instagram. Penilaian dilakukan secara paralel oleh dewan juri.  Tanggal 15 Juli 2020, Pengumuman Pemenang. Pemenang akan diumumkan melalui akun Instagram @riausciencecenter

Para pemenang akan mendapatkan hadiah uang tunai dan piagam penghargaan untuk 6 juara terbaik, dan 20 pemenang favorit dari masing-masing kegiatan. Seluruh peserta mendapat sertifikat digital yang akan dikirimkan ke email peserta.

Kasubdit Penelitian dan Pengembangan Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappedalitbang Prov. Riau, Syartiwidya menambahkan, untuk menarik minat para siswa untuk mengikuti kegiatan tersebut, pihaknya telah melakukan tiga cara untuk sosialisasi, yaitu melalui Dinas-dinas Pendidikan di Kabupaten/Kota di Prov. Riau dengan mengirimkan surat.

Kemudian, melalui media sosial, dan menghubungi guru-guru sekolah yang pernah berkunjung ke RSC. “Jadi tiga upaya itu yang kita lakukan, semoga akan mendapatkan peserta,” ungkapnya. (TIP/RED)