Pefindo Update Peringkat Emiten dari Outlook Negatif Hingga Default

Foto : istimewa
Foto : istimewa
jakarta24jam.com – Tertekan dampak penyebaran wabah virus corona, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menurunkan peringkat dan outlook beberapa emiten menjadi negatif. Selama periode Januari hingga 31 Maret 2020, Pefindo telah melakukan 28 pemeringkatan dari berbagai sektor.Sebanyak empat perusahaan mengalami penurunan outlook menjadi negatif, perusahaan tersebut di antaranya PT Waskita Karya Tbk (WSKT) dari idA-/Stabil menjadi idA-/Negatif, PT Waskita Toll Road dari idBBB+/Stabil menjadi idBBB+/Negatif, idA+/Stabil menjadi idA+/Negatif, dan PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) mendapat idBBB+/Negatif dari sebelumnyaa idBBB+/Stabil. Sisaya, sebanyak 24 perusahaan masih masuk dalam kategori outlook stabil.
Sedangkan periode 1 April 2020-4 Mei 2020, Pefindo kembali melakukan pemeringkatan terhadap 17 perusahaan dari berbagai sektor. Adapun  pemeringkatan terdiri dari pemantauan tahunan untuk 12 perusahaan, peringkat perusahaan untuk dua perusahaan dan pemantauan khusus untuk tiga perusahaan.Hasilnya, sebanyak tiga perusahaan mendapat penurunan peringkat sekaligus penurunan outlook, perusahaan tersebut yakni PT Pos Indonesia (Persero) dari idA-/Stabil menjadi idBBB+/Negatif, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) dari idA+/Stabil menjadi idA/Negatif dan terakhir PT Modernland Realty Tbk (MDLN) dari idA-/Negatif, menjadi idBBB/Creditwatch Negatif.
Ada juga PT Adhi Karya Tbk (ADHI) yang mengalami penurunan outlook menjadi idA-/Negatif, diikuti PT Perkebunan Nusantara III (Persero) dari idA/Stabil menjadi idA/Negatif, PT Barata Indonesia (Persero) dari idBBB/Stabil menjadi idBBB/Negatif dan ada juga PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) yang berubah outlook dari idBBB+/Stabil menjadi idBBB+/Creditwatch Negatif.  Sedangkan perusahaan yang mengalami penurunan peringkat antara lain PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) dari idBBB+/Negatif menjadi idBBB-/Negatif. Sementara itu, Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas) resmi diturunkan ratingnya menjadi idSD untuk produk MTN lantaran perusahaan tidak mampu melunasi saat jatuh tempo.
Sedangkan untuk peringkat Perumnas, Assistant Vice President Corporate Rating Pefindo Niken Indiarsih menjelaskan maasih masuk dalam kategori selective default karena masih ada surat utang lainnya yang akan direview terkait pembayaran bunganya.”Semua perubahan ini, ada beberapa yang terdampak Covid-19, seperti sektor pariwisata seperti Panorama dan Pembangunan Jaya Ancol,” kata Niken, Jumat (8/5). (TIP/RED)