Pefindo: Pandemi Covid-19 Memberikan Outlook Negatif pada Keuangan Perusahaan

Foto : istimewa
Foto : istimewa

jakarta24jam.com – Sejak pandemi Covid-19 melanda, terutama pada kuartal II-2020, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mulai mencatat ada beberapa perusahaan yang peringkat surat utangnya menurun dan outlook negatif.

Kepala Divisi Pemeringkatan Korporasi Pefindo Niken Indriarsih mengatakan penyebab penurunan peringkat dan revisi outlook yang lebih rendah sebagian besar terjadi karena pandemi yang memberi dampak negatif pada keuangan perusahaan.

Perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata, hotel dan restoran menjadi perusahaan yang mengalami dampak negatif tertinggi. Begitu pun perusahaan transportasi udara dan darat.

Salah satunya, Pefindo merevisi outlook PT Industri Kereta Api dari stabil menjadi negatif dengan rating dari idA- menjadi idBBB+. Penyebab penurunan penilaian tersebut karena arus kas anak usahanya, PT Inka Multi Solusi lemah terdampak pandemi.

Ujungnya menyebabkan ekspektasi yang rendah untuk pencapaian pendapatan dalam jangka menengah. Pefindo menurunkan peringkat PT Inka Multi Solusi menjadi idBBB- dari idBBB.Berlanjut pada periode 1 Juli-8 Oktober 2020 Pefindo memberi peringkat tetap kepada 41 entitas. Sementara, 7 entitas mengalami penurunan peringkat. Lima entitas lain juga mengalami penurunan peringkat dan revisi outlook. Sementara hanya satu entitas yang peringkatnya naik dan revisi outlook.Sementara, di periode 1 Juli-30 September 2020 Pefindo mengubah peringkat 15 perusahaan. Di antaranya, sebanyak 5 perusahaan mendapat penurunan peringkat, 2 perusahaan mendapat peringkat default, 4 perusahaan mendapat peringkat naik dan 4 perusahaan lainnya diberi peringkat tetap.Perusahaan yang mengalami penurunan rating adalah PT Industri Kereta Api (Persero), PT Waskita Toll Road, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Lontar Pepyrus Pulp & Paper Indutsry, dan PT Perkebunan Nusantara III (Persero).

“Kecenderungan penurunan peringkat dan revisi outlook jadi negatif memang ada, tetapi ada pula di tengah pandemi perusahaan yang mengalami revisi outlook dari negatif kembali ke stabil,” kata Kepala Divisi Pemeringkatan Korporasi Pefindo Niken Indriarsih.

Seperti salah satunya PT Barata Indonesia (Persero) yang berhasil naik peringkat dari selective deafult idSD menjadi idCCC dengan outlook negatif Sementara,

Analis Divisi Pemeringkatan Jasa Keuangan Pefindo Danan Dito mengatakan sektor jasa keuangan cenderung mampu mempertahankan peringkat yang dimiliki tidak mengalami penurunan.

“Sektor jasa keuangan cenderung lebih stabil karena memiliki pengalaman lebih dalam menghadapi kritisnya kondisi keuangan mereka sudah menyiapkan likuiditas bila makro ekonomi melemah,” kata Danan.

Selain itu, sektor jasa keuangan juga mendapat dukungan dari pemerintah dalam menciptakan kondisi suku bunga yang rendah, nilai tukar stabil dan berbagai kebijakan yang membuat rasio keuangan stabil. (TiP/RED)