DEM Indonesia: Negara Hadir untuk Menyelesaikan Masalah Blok Rokan

Rapat DEM Indonesia. Foto : istimewa
Rapat DEM Indonesia. Foto : istimewa

jakarta24jam.com – Proses transisi Blok Rokan ternyata mendapat perhatian kalangan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Dewan Energi Mahasiswa Indonesia (DEM Indonesia). Pasalnya, pemerintah melalui KESDM dengan jelas mengatakan Pertamina harus masuk dalam masa transisi sebelum 2021 supaya produksi dapat terus terjaga. “Padahal kondisi wilayah kerja sejenis seperti Blok Mahakam proses transisi dapat berjalan. Tapi beda halnya dengan kondisi yang terjadi di Blok Rokan, dimana dalam melakukan kegiatan transisi dari pihak PT. CPI hanya memberikan izin transisi jika Pertamina masuk dengan cara mengakuisisi atau membeli Participating Intrest (PI),” kata Robi Juandry, Sekretaris Jenderal DEM Indonesia dalam keterangan persnya, Rabu (12/2/2020). Apabila proses ini dilaksanakan, lanjutnya, dapat menyebabkan seluruh komponen liabilitas/beban-beban biaya PT. CPI akan beralih ke Pertamina, permasalahan terkait kontaminasi tanah pada proses pengolahan minyak serta Past Service Liabilities para pekerja PT. CPI dan beban-beban lain sampai saat ini belum diselesaikan oleh PT. CPI yang akan ditanggung Pertamina.

Pada kalkulasi angka diperkirakan bisa mencapai lebih dari 1,8 milyard USD atau jauh lebih besar dari nilai aset pada saat produksi PT. CPI yang habis pada tahun 2021 dimana hanya menyentuh angka dengan perkiraan mencapai 600 juta USD.

Lalu, apa sikap kalangan kampus tersebut Menurut Robi Juandry, negara hadir untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Blok Rokan perihal masa transisi dari PT. CPI ke Pertamina,dengan harapan PT. CPI agar lebih kooperatif dan terbuka untuk masa transisi.

“DEM Indonesia menolak rencana pembelian PI (Participating Intrest) PT. CPI oleh Pertamina yang akan membebankan Pertamina sebagai BUMN dikarenakan akan menanggung beban kewajiban dan tanggungjawab dari PT. CPI,” tandas Robi Juandry.

Pihaknya juga mendesak pemerintah melalui Kementerian ESDM menyelesaikan permasalahan terkait kontaminasi tanah pada proses pengolahan minyak oleh PT. CPI.

Disamping itu, DEM Indonesia akan mengawal sampai tuntas transisi pengelolaan dari Chevron ke Pertamina demi kemakmuran rakyat Indonesia.

Sebagai catatan, saat ini produksi Blok Rokan mencapai 207.000 bbl atau setara 26 persen produksi nasional. Blok Rokan juga diperkirakan memiliki cadangan 26 milyar bbl minyak.

Selama bertahun-tahun Rokan menjadi salah satu penyumbang produksi siap jual (lifting) terbesar di Indonesia. Selain itu, Blok Rokan yang memiliki luas 6.220 km2 itu memiliki hampir 96 lapangan minyak, di mana tiga diantaranya disebut-sebut memiliki potensi minyak besar yakni Duri, Minas, dan Bekasap.

Tercatat, sejak beroperasi 1971 hingga 31 Desember 2017, total di Blok Rokan mencapai 11,5 miliar barel minyak sejak awal operasi.

Dengan produksi Blok Rokan sebesar 207.000 bbl dibutuhkan penanganan dan upaya menjaga produksi tersebut. Maka dibutuhkan masa transisi bagi kontraktor baru yang akan mengelola Blok ini. Namun, sejak ditatapkannya Pertamina untuk mengelola Blok Rokan, proses transisi peralihan dan pengelolaan dari PT CPI ke Pertamina tidak terjadi dengan baik.