Astra Internasional Raih Laba Rp14,2 Triliun Pada Kuartal III Tahun 2017

Logo Astra International_ist
Logo Astra International_ist

jakarta24jam.com –  PT Astra International Tbk (ASII), distributor kendaraan bermotor terbesar di Indonesia, meraih laba sebesar Rp14,2 triliun sepanjang Januari-September 2017, meningkat 26% dibandingkan periode yang sama pada 2016 sebesar Rp11,3 triliun.
Laba Astra tersebut dikontribusikan oleh tujuh anak bidang usaha Astra, yaitu otomotif, jasa keuangan, alat berat dan pertambangan, agribisnis, infrastruktur dan logistik, teknologi informasi dan properti, papar Prijono Sugiarto, Direktur Utama Astra di Jakarta, Selasa (31/10/2010).
Prijono mengemukakan, sekitar 46% dari laba Astra tersebut dikontribusikan dari bisnis otomotif, yaitu sebesar Rp6,6 triliun. Jika dibandingkan dengan realisasi laba per September 2016 sekitar Rp6 triliun, maka itu mengindikasikan pertumbuhan sebesar 10%.
Pertumbuhan laba bisnis otomotif itu ditopang oleh kenaikan penjualan mobil dan motor, kendati ada peningkatan pemberian diskon di pasar mobil, tutur Prijono.
Penjualan mobli secara nasional meningkat 3% menjadi 804.000 per September 2017. Sedangkan total volume penjualan mobil Astra di periode yang sama naik 5% menjadi 444.000 unit.
Dengan demikian, pangsa pasar mobil Astra meningkat dari 54% per September 2016 menjadi 55% per September 2017. Itu karena Astra telah meluncurkan 9 model baru dan 10 model revamp selama periode tersebut.
Sementara itu, volume penjualan sepeda motor Honda tumbuh 2% menjadi 3,2 juta unit sepanjang Januari-September 2017. Itu mengakibatkan pangsa pasar motor Honda juga naik dari 73% menjadi 75% per September 2017.
Kenaikan pangsa pasar motor Honda karena Astra telah meluncurkan 7 model baru dan 14 model revamp di sepanjang periode tersebut.
Adapun bisnis alat berat dan pertambangan menjadi kontributor terbesar kedua bagi Astra setelah otomotif, tukas Prijono.
Prijono menuturkan, laba yang dikontribusikan oleh anak usaha Astra dari bisnis alat berat dan pertambangan tersebut per September 2017 meningkat 80% menjadi Rp3,4 triliun dibandingkan per September 2016 sebesar Rp1,9 triliun.
Peningkatan tersebut disebabkan oleh pertumbuhan laba yang dialami United Tractors, salah satu anak usaha kami, di bidang alat berat dan pertambangan, seiring dengan peningkatan harga jual batu bara, ujar Prijono.
Prijono menegaskan, laba United Tractors tumbuh 80% menjadi Rp5,6 triliun sepanjang 9 bulan pertama tahun ini. Pertumbuhan itu ditopang oleh peningkatan kinerja bisnis mesin konstruksi, kontraktor penambangan dan kegiatan pertambangan.
Sementara itu, laba yang dikontribusikan kepada Astra dari bisnis jasa keuangan sebesar Rp2,9 triliun, atau tumbuh 42% per September 2017 dibandingkan per September 2016 sebesar Rp2 triliun.
Sedangkan laba yang dikontribusikan dari bisnis agribisnis, teknologi informasi dan Properti masing-masing sebesar Rp1,1 triliun, Rp105 miliar dan Rp97 miliar. Sementara itu, bisnis infrastruktur dan logistik Astra masih merugi Rp66 miliar per September 2017.
Kerugian itu disebabkan oleh kerugian awal atas akuisisi 45% saham ruas tol baru Cikopo-Palimanan serta kerugian atas divestasi 49% saham di PT PAM Lyonnaise Jaya, pungkas Prijono. (TIP/RED)