Peringati Sumpah Pemuda Habitat Gelar Gerakan 28uild

(Kiri ke kanan) – Korneles Materay peneliti BHACA; Josh Kunze selaku Habitat Icon; Gilang Bhaskara selaku Habitat Icon; dr. Dini Handayani, MARS, FISQua, selaku Chief Medical of SMU Healthcare; Susanto Samsudin selaku Direktur Habitat for Humanity Indonesia; serta Yuwono selaku Direktur Propan ICC dalam acara 28uild, Orang Muda Membangun Indonesia di Jakarta (2/10). Foto : istimewa
(Kiri ke kanan) – Korneles Materay peneliti BHACA; Josh Kunze selaku Habitat Icon; Gilang Bhaskara selaku Habitat Icon; dr. Dini Handayani, MARS, FISQua, selaku Chief Medical of SMU Healthcare; Susanto Samsudin selaku Direktur Habitat for Humanity Indonesia; serta Yuwono selaku Direktur Propan ICC dalam acara 28uild, Orang Muda Membangun Indonesia di Jakarta (2/10). Foto : istimewa

jakarta24jam.com – Habitat for Humanity Indonesia kembali adakan gerakan 28uild (baca: to build) untuk peringati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober setiap tahunnya. Gerakan ini merupakan ajakan kepada orang muda untuk bersama-sama membangun Indonesia dengan membangun rumah layak huni bagi keluarga berpenghasilan rendah secara serentak di empat kota yakni Surabaya, Yogyakarta, Jakarta, dan Batam pada 26 Oktober 2019. Habitat for Humanity Indonesia berupaya untuk menyatukan semangat orang muda Indonesia sebagai sebuah bangsa dan secara khusus meningkatkan kesadaran orang muda akan permasalahan sosial yang terjadi di Indonesia sehingga orang muda tergerak untuk memberikan solusi sesuai dengan bidang dan karya mereka masing-masing.

“Habitat for Humanity Indonesia ingin mendorong orang muda untuk membangun bangsa, khususnya lewat karya mereka masing-masing. Melalui 28uild, Habitat ingin banyak orang muda bersatu membangun Indonesia dengan melakukan aksi nyata membantu keluarga berpenghasilan rendah memiliki rumah layak huni sehingga hidup lebih sehat dan sejahtera,” jelas Susanto Samsudin, Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia.
28uild tahun ini akan melibatkan lebih dari 500 relawan di empat kota yang serentak melakukan pembangunan rumah layak huni serta secara khusus melakukan pengecatan di area Mauk – Tangerang dan Yogyakarta untuk ciptakan vibrant village yang disponsori oleh Propan ICC dan Kairos Christian School. Beberapa tokoh inspiratif juga turut hadir dalam 28uild seperti Han Chandra yang khusus akan membuat mural di Mauk – Tangerang, Agnesia Walandouw sebagai aktivis Seasoldier dan Amelia Nadine di Surabaya. Gerakan yang diinisiasi pada tahun 2012 ini telah melibatkan lebih dari 3500 relawan muda di berbagai kota di Indonesia serta berbagai tokoh publik seperti Daniel Mananta, Olivia Jensen, Josh Kunze, Whulandary Herman, Kelly Tandiono, Indra Bekti, Gilang Bhaskara, Prilly Latuconsina, Cameo Project, dan masih banyak lagi.
Komika Indonesia, Gilang Bhaskara juga turut bergabung dalam gerakan 28uild tahun ini menyampaikan bahwa, “28uild tahun ini adalah 28uild yang pertama untuk saya. Sebagai seorang komika juga orang muda saya sangat senang bisa bergabung dalam 28uild dan turut berkontribusi membangun Indonesia dengan talenta yang saya miliki. Semoga semakin banyak orang mau terlibat dan bergabung dalam gerakan ini.”
22 tahun Habitat for Humanity Indonesia beroperasi di Indonesia, Habitat Indonesia telah berhasil mendorong masyarakat khususnya keluarga berpenghasilan rendah untuk dapat hidup lebih mandiri, sejahtera, dan sehat. Habitat for Humanity Indonesia hingga tahun 2019 telah berhasil melayani lebih dari 75,896 keluarga di Indonesia. Habitat Indonesia membantu masyarakat dengan menyediakan bantuan berupa fasilitas fisik serta non-fisik berupa pelatihan dan pemberdayaan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat di berbagai kawasan layanan Habitat.
“Permasalahan di Mauk – Tangerang cukup kompleks, bahkan Tangerang merupakan kawasan yang mengalami kematian ibu dan bayi tertinggi di Indonesia. Banyak ibu muda di Tangerang yang riskan alami berbagai penyakit akibat lingkungan tempat tinggal yang kurang mendukung dan berimbas pada generasi yang dilahirkan,” jelas dr. Dini Handayani, MARS, FISQua, selaku Chief Medical of SMU Healthcare yang juga pernah menjadi relawan di Habitat for Humanity Indonesia. Disamping itu, dr. Dini juga menyampaikan bahwa secara fakta di Indonesia anak perempuan yang menikah dan memiliki anak di usia kurang dari 16 tahun adalah sebanyak 38,87 %. Menikahkan anak dengan segera dianggap sebagai solusi dari jeratan kemiskinan.
Beberapa kawasan lainnya juga minim akses air bersih dan sanitasi layak seperti di Kabupaten Gresik – Jawa Timur, Lombok, Yogyakarta, dan Batam. Hampir 20 persen dari total 64,1 juta keluarga di Indonesia tinggal di rumah tak layak huni dengan generasi rentan terhadap stunting.
“Jadi mari bergabung dalam 28uild untuk membangun Indonesia. Untuk daftar cukup mudah, tinggal klik link www.bitly.com/28uild2019,” ajak Josh Kunze, Icon Habitat for Humanity Indonesia. (REL/RED)