Komite Penggerak Nawacita Mengecam Keras Tindakan Brutal Terhadap Pejabat Negara

Juru Bicara Komite Penggerak Nawacita (KPN), Dedy Mawardi. Foto : istimewa
Juru Bicara Komite Penggerak Nawacita (KPN), Dedy Mawardi. Foto : istimewa

jakarta24jam.com – Aksi brutal penusukan yang dilakukan pasangan suami istri Syahril Alamsyah dan Fitri Andriana kepada pejabat negara Menko Polhukam, Jend TNI (Purn) Wiranto di Menes, Pandeglang, Kamis (10/10/2019), mendapatkan kecaman keras dari Organisasi Relawan Jokowi, Komite Penggerak Nawacita (KPN).

Melalui juru bicaranya, Dedy Mawardi, aksi brutal tersebut adalah tindakan yang tidak patut ditoleransi, sebab kata Dedi bila membenci pemerintah bukan berarti menyerang fisiknya, melainkan yang diserang adalah kebijakannya.

“Jadi perlu adanya edukasi kepada masyarakat, bahwa bila tidak senang dengan pemerintah sebaiknya mengkritisi kebijakannya, bukan menyerang fisiknya seperti yang terjadi dengan pak Wiranto,” ujar Dedy saat dimintai tanggapannya, di Jakarta, Kamis (10/9/2019).

Oleh karena itu Komite Penggerak Nawacita, mengecam keras tindakan brutal yang tidak dapat dibenarkan tersebut. “Apapun alasannya aksi brutal itu nggak bisa kita benarkan, kami mengecam keras tindakan brutal itu,” tegas Dedy.

Selain itu Dedy menyampaikan, meminta kepada aparat penegak hukum agar mengusut sampai kedalang-dalangnya, sebab sambung Dedy pihaknya mencurigai kedua pelaku yang baru dua bulan ngontrak di Menes, Pandeglang itu sudah mengetahui sebelumnya akan adanya kunjugan kerja Menko Polhukam.

“Jadi kaya udah tahu aja dia kunjungan kerja Menko Polhukam ke sana,” lanjutnya.

“Aneh juga ya… baru 2 bulan ngontrak di sana, jangan-jangan ada yang mendisain,” pungkas Dedy Mawardi yang juga sebagai Sekjen Seknas Jokowi. (RED)