Kapitra: Koalisi Jokowi Tanpa Syarat, Omong Kosong

Foto : Dadang Subur
Politikus PDI Perjuangan, Kapitra Ampera (tengah) saat menjadi pembicara di Diskusi Forum Jurnalis Merah Putih yang bertema ‘Jokowi di Pusaran Kepentingan, Minta ini Minta Itu’. di Jakarta, Selasa (8/10). Foto : Dadang Subur

 

jakarta24jam.com – Politikus PDI Perjuangan Kapitra Ampera mengatakan, yang namanya rekruitmen kepemimpinan di mana saja, pasti melalui partai politik. Dan terpilihnya Joko Widodo (Jokowi) karena diajukan oleh partai politik. Oleh karenanya, menurut dia, tidak ada yang gratis.

“Ketika Jokowi terpilih, tidak ada makan siang gratis. Tidak hanya partai politik, relawan juga akan meminta jatahnya. Karena kekuasaan identik dengan kemewahan duniawi,” kata Kapitra dalam diskusi Forum Jurnalis Merah Putih bertajuk ‘Jokowi di Pusaran Kepentingan, Minta ini Minta Itu’ di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (8/10/19).

Menurut Aktivis 212 itu, yang pertama dikejar oleh parpol adalah kabinet, karena presiden tidak dapat menjalankan tugasnya sendirian.

“Orientasi seseorang mendukung orang lain, masih bagi-bagi keuntungan. Orang tidak lagi memperdebatkan visi dan misi setelah dilantik, tapi orang berpikir kita dapat apa,” terangnya.

Dia menjelaskan, partai pendukung menginginkan sesuatu yang instan. Karenanya, kata dia, koalisi tanpa syarat itu omong kosong.

“Kita lebih baik fair, koalisi itu pasti bagi-bagi kekuasaan. Demokrasi harus punya alat uji, alat ujinya oposisi. Semakin hidup oposisi, maka semakin baik demokrasinya,” tuturnya.

“Masyarakat pemilih tidak ingin adanya bagi-bagi kekuasaan. Jalan satu-satunya, partai yang sudah oposisi kembali menjadi oposisi. Kalau tidak ada oposisi, maka demokrasi akan mati. Karena, demokrasi manjadi check and balance,” tandasnya. (TIP/RED)